Home / ARTIKEL KERJA / Perbedaan ASN, PNS, dan PPPK

Perbedaan ASN, PNS, dan PPPK

ASN

Hampir semua orang tahu kepanjangan dari PNS. Ya, PNS merupakan singkatan dari Pegawai Negeri Sipil. Tapi tidak banyak orang yang tahu kepanjangan dari ASN, apalagi PPPK. Padahal ASN, PNS, dan PPPK memiliki kaitan yang sangat erat dalam kaitannya dengan status kepegawaian.

Apa sebenarnya beda ASN, PNS, dan PPPK? Apakah ASN dan PNS itu sama? Berikut ini akan dijelaskan secara ”gamblang” gambaran tentang ASN, PNS, dan PPPK.

Sejak UU No.5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) diberlakukan, ASN dibagi menjadi dua komponen yaitu Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Perbedaan

Pertama, PNS merupakan pegawai ASN yang diangkat sebagai pegawai tetap dan memiliki nomor induk pegawai (NIP). Sedangkan PPPK merupakan pegawai ASN yang diangkat sebagai pegawai dengan perjanjian kerja sesuai kebutuhan dan ketentuan UU ASN.

Kedua, PNS dan PPPK memiliki perbedaan dalam penghitungan komponen gaji. Menurut UU Nomor 5 Tahun 2014, PNS berhak memperoleh gaji pokok, tunjangan, cuti, jaminan pensiun (jaminan hari tua), perlindungan, dan pengembangan kompetensi. Sedangkan PPPK berhak mendpatkan gaji, tunjangan, cuti, perlindungan, dan pengembangan kompetensi. PPPK memang tidak berhak memperoleh pensiun seperti halnya PNS. PPPK juga tidak berhak memperoleh NIP karena masa kerjanya hanya menyesuaikan kebutuhan instansi pemerintah yang bersangkutan.

Bagi rekan-rekan K2 yang tidak lolos seleksi CPNS tidak bisa serta merta menjadi PPPK. PPPK merupakan tenaga profesional yang memiliki alur seleksi seperti tes CPNS. Hanya saja, seleksi harus menunggu pengusulan kebutuhan, formasi, dan kualifikasi dari instansi setempat.

Ada satu harapan besar dengan adanya kebijakan status “PPPK” yang telah dibuat oleh pemerintah. Tenaga honorer K2 pada kenyataannya adalah “pahlawan tanpa tanda jasa” yang sebenarnya. Bertahun-tahun mereka rela meluangkan waktu untuk mengabdikan diri kepada negara dengan imbalan yang sudah tentu tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun mereka masih tetap semangat menjalankan tugas, bahkan ada yang lebih semangat dibandingkan dengan yang sudah berstatus PNS. Maka ada harapan besar bagi tenaga honorer K2 yang memiliki kualifikasi pendiidkan sesuai, masa kerja lama, dan terbukti memiliki kinerja bagus diharapkan segera mendapatkan tempat yang layak. Mengingat kebutuhan tenaga profesional di berbagai instansi sangat dibutuhkan tenaga dan pemikirannya.

Sumber : fia.unilak.ac.id